Assalamu’alaikum

Halo.. halo.. apa kabar ini para penghuni ruangtanpakubikel? Kok menghilang semua ya? Termasuk sesepuh yang bikin blog.

Lagi pada sibuk apa ini? Mana sharing aktivitasnya? Hehhee…

Ayo diaktifkan lagi ini hobi menulisnya.

Wassalamu’alaikum

Serial Jadul

Posted: 30/05/2011 by awan_angel in Uncategorized
Tags: ,

MacGyver. Masih inget ga? Hohohooho,, cowok dengan segudang akal. Waktu ngetop-ngetopnya thu film, sampe pisau ala MacGyver jadi buruan.

Jadul? Ya emang siy,, tapi nyatanya film ini masih menarik buat ditonton.

Beberapa minggu lalu si Babe nemu channel TV lokal yang menayangkan MacGyver. Wah, bener-bener nostalgia. Sayangnya, teks terjemahannya ngaco parah. Sampe-sampe orang yang namanya Bill diterjemahin jadi tagihan. Itu waktu masih awal-awal, sekarang siy uda rada bener itu terjemahannya walo kadang telat nongol.

Jadi ceritanya si MacGyver ini ditayanginnya tiap hari kalo ga salah. Jam 7-8. Karena TV lokal, jadinya ga ada iklan komersial, yang ada iklan acara tayangan di TV itu. Hehe,, asik deh bisa liat aksinya Richard Dean Anderson ^^

Ada beberapa serial lama yang sebenernya pengen gw tonton lg.

  1. Knight Rider
  2. Viper
  3. Serial penyihir P3 *gw lupa judulnya 😀

Hehe,, begitulah kira-kira…

Putri Yang Tersesat

Posted: 09/05/2011 by hiqmaw in Uncategorized

[@hiqmaw]

Ini cerita ga sengaja terbentuk.. Awalnya cuma iseng, maen reply2an sama temen di twitter, namanya munir_jb.

1 harian penuh, bales2an twit, dengan kalimat menggantung kita nerusin dengan kalimat masing2 dan imajinasi masing2 yang aneh2..

ternyata jadinya lumayan panjang..

ini cerita lengkapnya:

Pada suatu hari, seorang putri tersesat di hutan. Putri tersebut sedang mencari sendal jepitnya yg hilang 3 hari yg lalu. Padahal sandal jepit itu akan dipakai untuk menemui seorang pangeran yang akan meminangnya besok. Setelah luntang lantung seharian tersesat di hutan tanpa arah, dia bertemu dgn kakek-kakek yg mengaku tahu dimana sendalnya. Kakek itu berjubah motif hitam putih, janggutnya putih, mukanya dibedakin, persis pemain pantomim. Kakek tersebut memberikan petunjuk ke arah sebuah goa, ke sanalah putri itu pergi.

Setelah sampai di goa itu, putri itu terkejut, karena mulut guanya ada 2. Putri itu mulai berpikir. “cap cip cup kelabang kuncup” sambil memilih antara kedua gua tersebut, dan ternyata pilihannya jatuh pada gua pertama. Tiba-tiba langit menjadi gelap dan hujan mulai turun rintik. mau tidak mau sang putri harus masuk ke dalam gua agar tidak kehujanan. Di dalam gua tersebut, ada ular yg sangat besar, menatap ke arah putri yg terlihat sudah letih, dan berkata dengan suara menggelegar “hai putri, ngapain kamu ke sini?”, sang putri karena terkejut melihat seekor ular bisa bicara langsung pingsan.

Si ular kemudian membawa sang putri masuk ke dalam sarangnya. dan ketika sang putri siuman, sang putri melihat sebuah ruangan yang berkilauan berisi banyak harta. Anehnya, dia sama sekali tidak melihat sang ular di sana. Sayup-sayup terdengar langkah kaki kakek tua yg tadi dia temui. Setelah jelas siapa yang dia hadapi di keremangan senja, yaitu si kakek, sang putri bertanya kepadanya, “Loh kek, ngapain ikutan masuk goa?”, sang kakek pun hanya tersenyum sambil menunjuk ke sebuah lorong kecil menuju goa sebelah.

Setelah tertegun agak lama ternyata sang putri akhirnya melihat sendalnya ditumpukan harta yang sangat banyak. Bukannya senang melihat sendalnya sang putri malah bingung, kenapa sendalnya bisa nyasar di situ. Sang kakekpun bercerita bahwa siapapun yang ditakdirkan bisa menemukan barangnya di goa itu maka akan mendapatkan apa yg dilihatnya di goa itu selain barangnya. Setelah mencoba meresapi arti kalimat itu, sang putri pun akhirnya pulang ke istana hanya membawa sendal jepitnya saja, karena dia merasa bahwa ada orang lain yang lebih berhak mendapatkan harta itu. terlebih lagi dia sudah sangat bahagia dengan dunianya sekarang yang sebentar lagi akan menjadi sempurna.

Si kakek pun akhirnya membantu menemani sang putri pulang ke istana, dan sesampai di istana putri melihat semua harta yg di goa. Putri kaget dan kemudian menoleh ke kakek yang sekarang telah berubah wujud menjadi pangeran tampan. Mereka pun akhirnya menikah dan bahagia selamanya 😀

SEKIAN

Agak ngaco? emang. Karena cerita ini dibuat di tempat dan waktu serta dua kepala yang berbeda..

Tunggu cerita selanjutnya, mungkin dengan orang yang berbeda, hehehe..

NB: pernah diposting di sini

#kamu dan mimpi

Posted: 20/04/2011 by hiqmaw in Uncategorized

[@hiqmaw]

Pernahkah mencintai seseorang untuk ditinggal pergi?
Pernahkah kau siap mencintai seseorang yang akan pergi?

Well, kadang aku suka lupa.
Semua yang datang pasti akan pergi.

Kalau aku boleh memilih.
Aku ingin kamu pergi diam-diam.
Aku ingin kamu pergi mengendap-endap.
Aku ingin kamu pergi tiba-tiba.
Aku ingin kamu pergi tanpa permisi.

Karena membenci itu lebih mudah.

Menyiapkan hati untuk tidak lagi mencintamu.
Melapangkan dada untuk melepasmu.
Merangkai senyum saat pergimu.
Ku pilih mengikatmu dalam mimpi.

Cuma waktu yang tahu.
Cuma waktu yang bisa.
Cuma waktu yang paham.
Kapan rasa itu akan membatu.
Kapan rasa itu akan memudar.
Kapan rasa itu akan meluap.
Aku pilih menyimpan rasa itu dalam mimpi.

Kamu dan mimpi.
Kubuat semudah ini.
Agar saat nanti.
Kita tak kan bertemu lagi.
Hadirmu selalu terpatri.
Semudah bermimpi.
Dan kita bertemu lagi.
Setiap hari.

Kamu dan mimpi.
Merangkai janji di hati.
Untuk cinta yang tak pernah mati.

P.S: teruntuk #kamu yang berjanji akan pergi dan entah kapan kembali, untukku.
Thanks for the time, Loving U is my Pleasure. [J].

puisi (3)

Posted: 20/04/2011 by hiqmaw in Uncategorized

[@hiqmaw]

Aku Jatuh Cinta

Semua rasa yang pernah ada

Semua asa yang pernah singgah

Lama sudah tak bersua

Ada hati yang kini bahagia

Ada hati yang kini tertawa

Setelah sekian lama

Bukan sebongkah rindu yang membuatnya sendu

Bukan sejumput malu yang membuatnya ragu

Tapi di sana, tersimpan banyak mimpi

Tak ingin melangkah dalam sendiri

Tuhan, aku jatuh cinta..

Note:

untuk pertama kalinya nulis puisi ini bukan karena mengalaminya sendiri 🙂

just dont know why, but i just feel what they feel.

mereka yang selalu senyum sendiri  (yang kita, orang lain, pikir itu aneh), mereka yang punya dunianya sendiri, mereka yang matanya selalu berbinar..

I miss it..

Jatuh cinta pada orang yang tepat dan berkali-kali 🙂

Masihkah Saya Tidak Memperhatikan?

Posted: 05/04/2011 by .R. in Uncategorized

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Semesta adalah misteri: Pencipta dan ciptaanNya. Darinya segala rasa tentang keindahan bersemayam. Bila ciptaan mengandung nilai keindahan, maka penciptanya tidak hanya menjadi Yang Maha Indah, tapi juga yang menjadi Keindahan itu sendiri: Keindahan mutlak.

Bukan cuma saya yang senang memperhatikan langit: pagi, siang, sore, malam untuk menculik rasa damai karena merasa terengkuh oleh Pemilik Jagat Raya. Namun mungkin cuma saya yang baru mengetahui bahwa di semesta yang begitu luas ini tersimpan ribuan keindahan tersembunyi, “Subhanallah”. Walaupun tidak dapat secara langsung dilihat melalui mata telanjang, penjelasan yang didapat melalui teknologi canggih bernama Internet ini mewakili penglihatan yang ditangkap oleh teknologi canggih lainnya bernama Satelit. Tentu bukan karena mata manusia kalah canggih dari teknologi buatan manusia sendiri, melainkan karena Sang Pemilik Kesempurnaan memberikan izin bagi ciptaanNya untuk berpikir tentang KesempurnaanNya sebagai Pencipta. Dan, itulah skenario misteri sesungguhnya . . .

Secara ilmiah, Nebula berasal dari kata latin yang artinya awan. Nebula terlihat seperti awan antar-bintang (interstellar cloud) yang terdiri dari debu dan gas, terdapat di Galaksi. Nebula adalah kerangka debu dan gas yang dilepaskan bintang saat akan mengakhiri hidupnya sehingga tampak di sekitar bintang yang ukurannya sebanding atau lebih kecil dari Matahari. Sementara itu, Galaksi adalah suatu sistem yang terdiri dari kumpulan bintang, gas dan debu yang amat luas (Nebula), dan materi gelap, di mana semua benda yang berada dalam Galaksi tersebut terikat (dipengaruhi) oleh gravitasi.

Di alam raya terdapat sejumlah Nebula yang telah berhasil ditemukan oleh para Astronom. Jumlah besaran awan dan bentuk dari Nebula memberikan nama-nama yang unik bagi sebagian Nebula, di antaranya:
1. Nebula Mata Kucing (Cat’s Eye Nebula).
2. Nebula Mata Tuhan (Eyes Of God Nebula/Helix Nebula).
3. Nebula Mawar Merah (Oily Red Rose Nebula).
4. Nebula Semut (Ant Nebula).
5. Nebula Kupu-kupu (Butterfly Nebula).

Tidak akan cukup waktu bagi saya untuk bisa menemukan jawaban dari sekian banyak misteri di semesta jagat raya ini. Terlalu jauh melihat keluar, adakah saya mengetahui di manakah letak ruh bersemayam? Bagaimanakah otak saya yang terlihat berbelit-belit bisa menghasilkan pikiran dan menyimpan memori yang bahkan saya sendiri tidak mengetahui wujudnya seperti apa? Bagaimanakah udara bekerja masuk ke dalam rongga dada lantas terhembus keluar sehingga menghasilkan suara yang saya tidak pernah tahu wujudnya seperti apa? Bagaimanakah saya bisa merasa “sakit hati” ketika orang lain memperlakukan saya dengan tidak selayak yang saya harapkan sementara letak dari sakit itu tidak saya tahu di mana?

Sampai detik ini saya diberikan kesempatan untuk berada di alam dunia yang bahkan tidak saya tahu nyata atau hanya sebuah sistem ilusi atas kuasa nyataNya, begitu banyak hal bisa dijelaskan secara logika, dipaparkan secara deskripsi ilmu pengetahuan, terwujud sehingga mampu dicerna oleh indera: “Masuk akal”. Namun, saya disadarkan bahwa segala hal tidak mampu dijelaskan melalui cara-cara ilmiah. Sang Sutradara Kehidupan adalah Misteri terbesar: Maha Gaib. Selantas Ia pula yang menyisipkan kegaibanNya di setiap ciptaanNya.

Dan, masikah saya tidak memperhatikan?

Maha Suci Allah Pemilik Segala Kesempurnaan yang Menjadi Kesempurnaan itu sendiri dengan kesempurnaan yang melampaui pemikiran manusia akan sebuah kesempurnaan, Subhanallah.

Wallahu a’alam bishowab

***

“Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.” (Al-Qur`an Surat Al-Rahman ayat 37).

“Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy. Tidak ada satu pun penolong dan pemberi syafaat bagimu selain Dia. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (Al-Qur’an Surat Sajadah ayat 4).

.R.

Bahagiakah Kamu, Nak?

Posted: 21/03/2011 by sheditrablog in Uncategorized
happy kids

happy kids

“Siapa sih yang nggak pengen anaknya bahagia?”
“Apapun akan dilakukan biar anak gue bahagia”
“Eh, tapi anak gue bahagia nggak sih”

Serenceng pertanyaan itu entah mengapa layaknya banjir rob di Jakarta melibas pikiran dan hati saya. Nadanya serupa. Yakin-yakin-tapi-bingung. Bahagia terasa abstrak untuk insan yang tak memasukan kata itu dalam kamus hidupnya. Atau parahnya, yang merasa tak layak berbahagia. Saya? Tentunya

Saya enggan mendefinisikannya. Bahagia itu porsinya dirasa dan dilihat, alih-alih diucap. Apalagi jika dikaitkan dengan makhluk yang namanya anak. Anak yang bahagia. Kalimat yang jika dilafalkan merangsang imaji untuk menayangkan senyum dan tawa anak-anak kita.

Saya jadi ingat. Sudah hampir 2 mingguan ini, Air lebih banyak tersenyum dan tertawa lepas. Saya bertanya, “Hmm, gadis Bunda sekarang makin cantik karena senyumnya banyak dan senang tertawa, Air merasa apa?”. “Aku seneng, tapi nggak tau karena apa,” jawabnya polos.

Padahal di minggu itu beberapa kali ia merasa kecewa karena ayahnya harus pulang ke Bandung, ia lompat-lompat kegirangan karena uang tabungannya cukup untuk membeli robot-robotan, ia mengatakan merasa rindu saat saya harus pulang lebih larut, ia memeluk saya erat saat music box yang didambakan tiba-tiba ada di kamarnya, ia merasa cemas karena akan mengikuti lomba menari, dan ia harus menghadai kenyataan pahit ditinggal pindah rumah oleh sahabatnya. Begitu fluktuatif mood dan perasaannya. Jatuh-bangun ia menyeimbangkan kembali kondisi hatinya. Tapi, mengapa ia tampak begitu….berbahagia.

Saya merasa musykil jika menanyakan hal-hal abstrak atau filosofis seperti “Apakah kamu berbahagia?” pada Air. Terlebih karena saya tidak yakin ia tahu apa dan bagaimana orang yang berbahagia itu. Terseret pada penasaran saya tak bisa menahan untuk bertanya pada Air. Pada anak yang baru saja melepas masa balitanya.

“Apa Air merasa bahagia?” tanya saya di suatu malam, sebelum tidur, dengan lampu temaram, dan ia nyaman di pelukan.

“Aku bahagia, Bunda,” jawabnya sambil memainkan rambutku.

“Pasti menyenangkan ya merasa bahagia. Apa yang Air rasa memangnya sampai bisa merasa bahagia?”

“Bunda pernah bilang. Tiap saat itu ada waktu-waktunya. Ada waktunya main, makan, sekolah, istirahat, mandi. Aku merasa cukup aja. Cukup main, cukup makan, cukup sekolah. Trus, aku boleh merasa sedih, boleh kesal, boleh ketawa, boleh bercanda, boleh marah. Jadi aku seneng, aku bahagia,” seraya memeluk saya erat.

Ya, ternyata merasa cukup itu membahagiakannya.

Jika itu yang kau butuhkan, Nak. Berkembanglah selayaknya dirimu menginginkannya. Ayah dan Bunda hanya menemani perjalananmu dan mengarahkan kembali jika kau tersesat. Dan…..mengantarkanmu pada jalan kembali pada pencipta ruh sucimu.

*Teruntuk semua anak-anak lain di dunia. Bahagia untukmu itu keniscayaan. Kau berhak menciptanya.

Pertama kali dipublikasikan di http://www.kisahharubiru.wordpress.com